Angin Malam Rembulan kembali dengan sinarnya Sinar yang selalu terang benderang Tapi semua itu tidak mampu menandingi indahnya Ciptaan Tuhan, yang tertuang dalam senyumanmu yang riang Aku bersandar di derunya angin yang menghembus Merasakan debusan angin yang mereseap ke seluruh tubuh Tanpa sadar diriku tertidur di gurun yang tandus Memikirkan rindu padamu yang membuat diriku terenyuh Bintang menari di lapangan awan yang menawan Menjelaskan begitu bersinarnya dia Seperti dirimu yang menari di pikiranku Tanpa henti, sekali lagi ku tegaskan, TANPA HENTII. Revo Dian